Publikasi
9 Produk 57

Miniature Sasak Heritage House

Tema: KEBERAGAMAN INDONESIA

Siswa
GREENY IOANNA RAFAELA HUTAGALUNG
Kelas 9-4
Mentor
Holong Nainggolan, S.Kom., Gr.
TP 2025-2026 · Sem Ganjil

Esensi Projek

Keunikan siswa dalam menemukan passionnya

Proposal Kewirausahaan

Latar Belakang

Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya adalah rumah adat yang mencerminkan identitas dan kearifan lokal masyarakatnya. Suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, memiliki rumah adat unik yang dikenal dengan sebutan Bale Tani atau Bale Lumbung. Rumah ini dibangun dengan bahan alami seperti bambu, kayu, dan atap alang-alang, serta dirancang sesuai kondisi geografis dan iklim setempat. Arsitekturnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga sarat dengan nilai-nilai budaya, simbolisme, dan tradisi turun-temurun.
Membuat miniatur rumah adat Suku Sasak merupakan upaya untuk melestarikan dan mengenalkan warisan budaya Nusantara kepada generasi muda. Melalui miniatur ini, kita dapat mempelajari detail bentuk, struktur rumah adat tersebut sekaligus mengasah kreativitas dan keterampilan tangan. Projek ini diharapkan menjadi media edukasi sekaligus penghargaan terhadap kekayaan budaya daerah, agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman modern.

Tujuan

1. Mengenalkan bentuk, fungsi, dan filosofi rumah adat Suku Sasak kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
2. Melestarikan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia.
3. Melatih keterampilan tangan, ketelitian, dan kreativitas dalam membuat karya kerajinan.
4. Menjadikan miniatur sebagai media edukasi tentang arsitektur tradisional dan kearifan lokal.
5. Mendorong kesadaran pentingnya menjaga tradisi di tengah perkembangan zaman modern.

Konsep Kegiatan

Pembuatan miniatur rumah adat Suku Sasak adalah kegiatan kreatif untuk melestarikan dan mengenalkan budaya Lombok melalui replika berskala kecil. Prosesnya mencakup riset desain, pembuatan rangka, pemasangan dinding dan atap, hingga dekorasi, sehingga peserta dapat belajar budaya sekaligus melatih keterampilan dan kreativitas.

Keunggulan

1. Melestarikan Budaya Lokal
Membantu menjaga dan mengenalkan warisan arsitektur tradisional Sasak kepada generasi muda.

2. Mengasah Kreativitas dan Keterampilan
Melatih ketelitian, kesabaran, dan kemampuan tangan dalam membuat karya seni.

3. Media Pembelajaran Menarik
Menjadikan proses belajar budaya lebih interaktif dan visual, sehingga mudah dipahami.

4. Bahan Mudah Didapat dan Murah
Tidak memerlukan bahan mahal, cukup memanfaatkan barang sederhana atau bekas.

5. Meningkatkan Kerja Sama
Dapat dikerjakan secara berkelompok sehingga menumbuhkan rasa kebersamaan.

Target Pasar

1.Siswa/i SMP.ST IGNASIUS
2.Para guru SMP.ST IGNASIUS
3.Pencita seni/budaya

Strategi Pelaksanaan

1. Persiapan
Riset Desain
Mengumpulkan informasi dan foto referensi rumah adat Sasak asli.
Menentukan skala miniatur dan detail yang akan dibuat.
Pengadaan Bahan
Menyiapkan bahan mini seperti stik kayu, bambu kecil, kardus tebal, kain goni, atau alang-alang mini.
Peralatan
Menyiapkan gunting, lem tembak, cutter, penggaris, dan cat.
Pembagian Tugas
Tim perancang, tim pembuat rangka, tim dekorasi, dan tim finishing.

2. Pelaksanaan
Pembuatan Rangka
Menyusun rangka mini dari stik kayu atau bambu sesuai sketsa.
Pemasangan Dinding
Menggunakan anyaman bambu mini atau kertas bercorak.
Pemasangan Atap
Menempelkan alang-alang mini, jerami, atau bahan serupa secara rapat.
Detail Dekorasi
Menambahkan pintu, jendela, dan ornamen khas Sasak.
Anda mengirim

3. Pengawasan & Evaluasi
Memeriksa kekokohan rangka miniatur.
Mengecek kerapian dan kesesuaian dengan desain asli.
Memperbaiki bagian yang kurang rapi atau lepas.

Video

Beranda